Friday, September 01, 2006

Tip-Tip Membeli Obat Bebas

Manusia hampir didalam hidupnya pernah menderita sakit, baik sekedar penyakit ringan maupun kronik yang harus memerlukan perawatan medis di Rumah Sakit, tetapi jika kita hanya menderita sakit ringan seperti batuk, pilek, diare ringan, demam ringan, sakit kepala ringan terkadang kita mengatasinya dengan membeli obat-obatan di toko-toko obat maupun di warung-warung obat tertentu yang tentunya dapat kita beli tanpa resep dokter atau biasanya di sebut sebagai obat bebas. Dimana obat bebas ini ada dua jenis yaitu obat bebas yang mana kemasanya ditandai dengan lingkaran hitam dengan warna hijau didalamnya, sedangkan obat bebas terbatas ditandai dengan lingkaran hitam dengan tanda biru didalamnya.
Bagaimanakah Cara-cara memilih obat bebas utuk penyakit-penyakit yang yang kita anggap ringan tersebut?
Memilih obat bebas memang tergantung kita dan kebiasaan atau kecocokan obat-obatan berdasarkan pengalaman yang pernah kita alami karena cocok dengan penyakit yang pernah diderita sebelumnya, namun dengan tumbuhnya perusahaan-perusaan Farmasi menjadikan macam jenis obat berkembang pesat baik jenis maupun kemesan obat. Hal ini terkadang mempersulit kita dalam memilih jenis obat bebas yang sesuai dengan tanda dan gejala, penyakit yang sedang kita derita, misalnya kita menderita batuk, tetapi jenis batuk kita tidak berdahak, karena ketidaktahuan kita akhirnya asal memilih obat batuk yang sembarangan ditambah pedagang obatnya juga tidak mengerti maka kesembuhan yang kita harapkan terkadang malah menyebabkan sakit batuk kita bertambah parah, Lalu bagaimanakah cara memilih obat bebas yang benar?
Dibawah ini ada beberapa tip-tip cara memilih obat bebas yang perlu anda ketahui diantaranya sebagai berikut:
Perhatikan Label
Setiap obat bebas pasti dikemas dengan label, dimana label tersebut memuat beberapa petunjuk seperti:
  1. Nama Produk: Nama produk ini umunya berkaitan dengan merek
  2. Bahan Aktif: Adalah bahan yang berkasiat dalam sediaan obat
  3. Golongan: merupakan kategori produk seperti obat batuk, antihistamin (anti allergi), antipiretik(Penurun Panas),Antitusif (pereda batuk),dll.
  4. Kegunaan: terhadap gejala atau penyakit yang akan diobati.
  5. Peringatan: Perhatikan kapan boleh diminum, atau kapan harus dihentikan, kapan harus ke dokter, dan apa efek sampingnya, kadang-kadang jenis obat batuk mengandung antihistamin yang menyebabkan kantuk, maka hati-hati atau jangan diminum kalau anda sedang menjalankan kendaraan karena akan membahayakan anda dalam mengendarai kendaraan
  6. Aturan pemakaian: berapa banyak takaran pengunaan,atau berapa tablet dalam sehari apakah 3X1/hari, 2X1/hari, dst, bagaimana cara pengunaan, apakah diminum sebelum makan,setelah makan atau bersama dengan makan, berapa lama obat harus diminum, apakah 3 hari,4 hari dst.
  7. Informasi Lain : menyangkut cara penyimpanan, perhatikan cara penyimpanan obat gar tidak rusak, apakah harus disimpan dibawah suhu 30 derajad Celcius,atau harus disimpan didalam kulkas, atau bisa disimpan di udara bebas.Kedaluarsa: Hal ini sangat penting, jangan asal minum obat tanpa melihat masa kedaluarsa ( expire date) dari obat tersebut untuk menghindari ketidakefektifan obat maupun keracunan obat
  8. Bahan Tambahan: Adalah bahan yang ditambahkan sebagai pengikat, pewarna, penambah rasa atau aroma.


Interaksi Obat.

Obat merupakan bahan kimia yang memungkinkan terjadinya interaksi bila tercampur dengan bahan kimia lain seperti obat-obatan, makanan maupun minuman. Interaksi juga dapat terjadi juga dengan berbagai jenis penyakit seperti Hipertensi, jantung, Diabetes, Ginjal, dll, oleh karena itu perhatikan pada saat anda membeli obat apakan obat bebas yang anda akan minum memiliki kontraindikasi dengan penyakit yang telah anda derita seperti Diabetes, Hipertensi, dll.

Dibawah ini ada beberapa petunjuk peringatan terhadap obat bebas umum yang harus dipakai:
  • Hindari alkohol jika mengunakan antihistamin,obat batuk yang mengandung dextromethorpan
  • Jangan gunakan pencahar jika lambung terasa nyeri, mual atau muntah.
  • Tanpa petunjuk dokter, jangan mengunakan obat pelega hidung (Nose drip) jika anda sedang dalam pengobatan Hipertensi, karena akan bereaksi menyebabkan tekanan darah tinggi anda semakin tinggi, jika deperesi, atau jika anda menderita penyakit jantung, diabetees, tiroid, maupun menderita gangguan prostat, konsultasikan dengan dokter kalau memang anda harus mengunakanya

  • Kehamilan dan menyusui

    Berhati-hatilah dalam mengkomsumsi obat pada sat anda sedang hamil, apalagi pada saat Trisemester pertama usia kehamilan, karena pada saat usia kehamilan tersebut kondisi rahim masih sangat rapuh dan janin masih daklam perkembangan yang masih lemah, karena obat yang anda konsumsi dapat menembus rahim sampai ke janin. Obat yang sangat aman untuk ibu hamil menjadi menjadi sangat berbahaya terhadap janin, maka bacalah petunjuk didalam kemasan obat apakah obat bebas tersebut boleh diminum ibu-ibu hamil, atau lebih baik konsultasikan dengan dokter anda jika anda ragu, jangan mengambil keputusan sendiri.

    Meskipun kebanyakan obat dapat keluar melalui ASI dalam kandungan atau konsentrasi yang rendah, yang dapat berefek terhadap bayi, maka dalam masa menyusui, sebaiknyya berhati-hatilah juga, lebih baik konsultasikan dengan dokter kalau memang ibu menyusui harus mengunakan obat sehubungan dengan penyakitnya.
    Hati-Hati Pengunaan Obat Bebas Buat Anak-Anak

    Usia anak-anak berbeda denga dewasa maka, berhati-hatilah jika membeli obat bebas untuk anak-anak anda, perhatikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Bacalah label kemasan obat dengan teliti
    2. Ketahui beda antara sendok makan dengan sendok teh
    3. Hati-hati terhadap intruksi obat sebagai contoh jika pada label obat dinyatakan 2 sendok teh, lebih baik gunakan gunakan sendok takar yang yang dibawakan, bukan sendok teh yang ada yang biasa anda pakai. Demikian pula dengan sendok makan, tidak sama dengan 15 ml.
    4. Jangan mencoba memperbanyak dosis jika anak terlihat sakit parah, lebih baik konsultasilah dengan dokter jika dosis yangs sesuai pemakaian ditakaran masih belum memberikan efek yang diharapkan


    Waspadalah Terhadap Kemasan

    Beberapa hal yang harus anda perhatikan sebelum membeli obat:
  • Lihatlah kemasan maupun segel, apakah masih terlihat baik, kalau sudah rusak, segel terbuka lebih baik jangan dibeli
  • Periksalah apakah kemasan luar sama dengan kemasan didalamnya
  • Jangan membeli obat-obatan yang benar-benar anda tidak tahu cara mengunakanya
  • Jangan hanya percaya terhadap penjual obat tentang khasiat obat,karena penjual obat terkadang juga tidak peduli dengan manfaat obat itu sendiri, mereka hanya berpikir yang penting obatnya terjual
  • Jangan membeli obat-obatan yang telah berubah warnanyaLihatlah tanggal expire dari penggunaan obat, hal ini sangat penting, perhatikan sekali lagi tanggal expirenya sebelum anda bener-benar membelinya, dan jangan pernah beralasan membeli obat yang sudah expire dengan alasan harga yang murah
    Untuk tambahan informasi anda dapat juga membaca artikel di SINI

    1 comment:

    Sisca said...

    Mas, terima kasih atas infonya,
    tetaplah sampaikan misi kesehatan spy wawasan pembaca terus bertambah.